CampKOM jargon kami (part 1)

Kembali ke Alam memang punya sensasi tersendiri untuk saya yang bisa dibilang paling sering mengumpat kalau sudah gak tahan sama sumpeknya kota pekanbaru. 3 hari yang penuh dengan sensasi. Luar biasa emang, dari keberangkatan sampe kepulangan ada aja cerita yang bisa di kenang.

Kita berangkat hari rabu sore menggunakan 2 bus, peralatan segala macem di penuhin di satu bus dan satu bus dipenuhin sama orang. Sisanya masuk di bis perlengkapan termasuk saya, hehe. Rame banget sepanjang perjalan si supir bus dengan penuh pengertian menyalakan musik sepanjang 3 jam perjalanan menuju tempat tujuan.

Sampai di lokasi camp waktu udah nunjukin kira-kira jam 5 sore gitu, takut kemaleman kita langsung diriin tenda dan dapur pake gotong royong. Terasa banget enaknya kita diriin tenda sama-sama sampe hari gelap, terus sebagian ngurus dapur dan langsung nyiapin untuk makan malam. Capek, lapar lenyap seketika saat santapan malam siap dan kita mengatur posisi melingkar berhadapan. Menu seadanya terasa nikmat luar biasa, makan malam pun berhasil ditunaikan dengan penuh canda tawa dari semua peserta Kemping.

Acara dilanjutkan dengan sesi nyantai sampe sekitaran jam 12, setelah itu peserta pun kembali ke tenda dan istirahat tidur. Nah momen lucu pertama dimulai, sekitar jam 2 hujan mulai turun deras tak terkira, setetes demi setetes airpun berjatuhan dari atas tenda, gak cukup air dari atas, dari bawah pun air datang menyerang. Ia, kami diserang gerombolan air hujan dari semua penjuru. Alhasil banjir pun tak bisa terlakan, semua peserta terbangun dari tidur pulasnya berganti panik dan gerakan gigi bergelatuk karena kedinginan. Disini peran para laki-laki dimulai, hampir semua turun hujan-hujanan untuk mengkondusifkan keadaan. Sebagian ada yang mengurus dapur supaya jangn sampai bahan makanan basah, ada yang bikin parit aliran air dari tenda ke luar, ada juga beberapa yang menghangatkan suasana dengan menyanyikan lagu-lagu.

Hujan pun reda, para wanita masih merinding kedinginan, sedangkan para pria sibuk bermain bola. Padahal kondisi waktu itu masih petir nyambar sana-sini. Terangnya sampe kaya siang hari gitu tapi gak ada rasa takut atau dingin malah main bola sambil teriak-teriak kaya orang gila.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s