Our First Journey

Tiket di booking untuk keberangkatan tanggal 23 Januari 2013, dan kepulangan kami pesan untuk tanggal 30 Januari 2013. Persiapan kami lakukan dari seminggu sebelum keberangkatan, setelah semua perlengkapan siap, kami perhitungkan anggaran untuk biaya operasional selama disana, namun hasilnya minus. Karena banyaknya biaya tak terduga untuk keperluan kuliah, uang patungan kami berdua hanya terkumpul sejumlah 1,5 Juta rupiah, padahal di perencanaan pengeluaran, kami seharusnya bisa membawa uang minimal sebesar 1,8 Juta rupiah, didalamnya termasuk biaya transportasi, penginapan, dan logistik. Tapi namanya juga backpacker, kan bisa pandai-pandai kalau udah nyampe sana, pikir kami.

Saya dan pacar berangkat dari Panam salah satu wilayah di Pekanbaru yang jaraknya lumayan jauh dari bandara. Kami harus naik bus kota dari Panam sampai Gedung MTQ, dari MTQ kami naik TMP (Trans Metro Pekanbaru) hingga halte di simpang tiga. Mengingat kendaraan umum yang masuk ke Bandara hanya taxi yang harganya relatif mahal, maka kami putuskan berjalan kaki dari halte TMP tadi ke Bandara melalui gerbang samping Bandara yang sebenarnya gerbang itu hanya bisa dilalui oleh karyawan PT Angkasa Pura, tapi setelah meminta izin pada security kami diizinkan juga untuk memasuki area itu. Setelah berjalan kaki kira-kira 100 meter kami tiba di bandara sekitar jam 11.00 WIB, padahal pesawat kami berangkat jam 14.30 WIB.

Transformasi Bandara SSQ II di Pekanbaru terasa sekali perubahannya. Gedung sempit dan gelap berubah menjadi bangunan megah dengan desain mewah dan suasananya pun sangat nyaman. menunggu 3 jam setengah pun menjadi tidak begitu bermasalah rasanya, kami memanfaatkan Wifi bandara untuk menambah sumber refrensi lokasi jalan-jalan selama disana. Tidak terasa panggilan untuk boarding berkumandang, kami berdua berdoa bersama semoga petualangan pertama kami kali ini bisa lancar dan tidak menemukan masalah yang berarti.

Kami mendarat di LCCT Kuala Lumpur sekitar jam 4 waktu setempat. rute pertama kami adalah Kuala Lumpur Sentral, dari terminal kedatangan kami hanya berjalan kaki 5 menit untuk tiba di stasiun Bus, kami langsung memesan tiket Aerobus yang memang melayani rute khusus dari LCCT ke KL Sentral, tiket bus ini seharga 8 Ringgit perorang, memakan waktu kurang lebih 1,5 jam.

Kesan pertama kami tiba di KL Sentral adalah bingung, tempat ini sangat luas dan penuh dengan manusia. tujuan kami memesan tiket KTM ke Penang, tapi untuk menemukan counter tiketnya saja kami menghabiskan waktu sekitar setengah jam. Akhirnya setelah menemukan counter tiket dan mengantri cukup lama, rupanya tiket KTM ke penang hanya menyisakan kursi kelas satu seharga 60 RM lebih, padahal kami sudah anggarkan untuk membeli tiket kelas dua saja yang harganya hanya 35 RM. Kami putuskan untuk tidak jadi naik KTM, mengingat bugjet kami yang sangat terbatas. Hari sudah gelap, kami pun makan malam di foodcourt KL Sentral.

KL Sentral

Setelah selesai makan, kami sepakat untuk naik Bus ke Penang. Namun, masalahnya untuk naik bus ke Penang kita harus pergi ke terminal Pudu Sentral, kami berdua sama sekali tidak tahu dimana terminal itu berada. Setelah bertanya ke pusat informasi, kami di beritahu untuk naik LRT dan berhenti di stasiun Masjid jamek katanya, selebihnya dia bilang pake bahasa melayu, kami tidak terlalu mengerti.

Sistem pembelian tiket LRT memakai mesin pembayaran otomatis. Pilih Tujuan, masukan uang, dan keluarlah tiket seperti uang koin dari plastik berwarna biru. Berhubung ini pertama kalinya untuk saya, setiap orang lain membeli tiket saya perhatikan caranya, saya suruh pacar saya juga perhatiin gimana caranya.

Dan akhirnya datang giliran kami, setelah melihat mesin itu didepan mata rupanya tidak semudah kelihatanya. Saya langsung dihadapkan dengan peta rute LRT yang rumit, awalnya saya kesulitan menemukan dimana stasiun masjid jamek. Dibelakang antrian sudah semakin panjang, si pacar juga sudah panik. Akhirnya ada seorang ibu disebelah yang bertanya mau kemana, dan akhirnya membantu kami untuk memilihkan tempat tujuan. ongkos naik LRT ke Puduraya hanya 1,3 RM saja perorang. Berhubung kami satu tujuan dengan ibu tadi, kami pun akhirnya mengekor ibu tadi hingga akhirnya tiba di kereta.

Setelah sampai di stasiun masjid jamek, kami berjalan kaki sekitar 15 menit untuk sampai di terminal Pudu sentral, tidak jauh berbeda dengan KL Sentral, Terminal ini mengedepankan kenyamanan dan ketertiban. Counter tiket ada di lantai 3, Lantai 2 khusus untuk berjualan, Lantai satu ada ruang tunggu yang luas, dan Bus ada di basement. Kami membeli tiket untuk keberangkatan bus terakhir jam 11 malam. sambil menunggu, kami berputar-putar mengelilingi terminal diiringi lagu dari almarhum Nike Ardilla yang rasanya sangat popular disini, sekali-kali kami keluar untuk sekedar duduk melihat lalulintas Kuala Lumpur.

Terminal Pudu Raya

IMG_2959

KL Malam Hari

Kami menaiki Bus Transnasional seharga 35 RM tepat jam 11 malam, sesaat setelah naik bus kami langsung atur posisi untuk langsung beristirahat. Kondisi badaan kami lelah luar biasa, tidak tunggu waktu lama kami berdua sudah tertidur pulas.

Jam 5 pagi kami tiba di terminal Sungai Nibong Penang. Tujuan kami selanjutnya adalah kawanan George town, namun karena hari hujan, dan bus kota baru beroperasi jam 6 pagi, maka kami pun hanya bisa menunggu berdiam diri di terminal. Kami langsung menaiki bus pertama no 017 dari sungai Nibong dengan tujuan terminal Jetty, ongkosnya 1,2 RM perorang.

Hanya memakan waktu sekitar 10 menit saja kami sudah sampai di kawasan Georgetown, dari terminal jetty kami hanya perlu berjalan kaki untuk menuju kawasan lebuh Chulia, disana banyak guesthouse dengan harga yang cukup murah. Pilihan kami tertuju pada guesthouse banana, untuk dorm harganya 15 RM sedangkan double bed harganya 25 RM, tapi sayang waktu itu semua kamar penuh, hanya tersisa tripel bed seharga 35 RM. Kami pun memutuskan untuk coba-coba Tanya guesthouse lain. Tapi hampir di seluruh kawasan Georgetown harganya tidak ada yang semurah di banana guesthouse. adapun yang lebih murah, rata-rata sudah penuh terisi.

Waktu itu hari masih pagi, kami sudah sangat kelelahan dan Nampak lusuh karena seharian belum mandi. Karena belum dapat penginapan, kami putuskan untuk menunggu hingga siang hari, karena waktu check out biasanya jam 12 siang. Pagi itu kami sarapan roti canai ditemani teh tarik seharga 3RM. Selesai sarapan kami putuskan untuk mulai mengelilingi George town. (Bersambung)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s