Kuliah Kerja Nyata

Seorang senior pernah menyampaikan sebuah petuah pada saat saya masih seorang mahasiswa baru. Dia bilang kita cuman punya 3 hal yang akan selalu kita ingat selama jadi mahasiswa.

Pertama : Masa Orientasi dari mulai ospek sampai Kemah Bakti Mahasiswa.

Kedua : Kuliah Kerja Nyata Atau KUKERTA

Ketiga : Wisuda

Poin pertama saya sangat setuju. Memang pada saat itu momen pertama kali dapet temen di kampus, susah bareng-bareng tapi seru meskipun di bully sama senior. Tapi gak penting lah bahas itu, sekarang saya mau bahas poin kedua yang baru beberapa bulan lalu saya jalani. Ya, Kuliah Kerja Nyata. Tentu yang pernah kuliah dan sekarang udah jadi sarjana pernah merasakannya. Setau saya sih itu udah jadi kurikulum syarat kelulusan di semua perguruan tinggi seluruh Indonesia. Secara didalamnya ada pengabdian ke masyarakat yang merupakan salah satu poin dari tridharma perguruan tinggi selain Pendidikan dan Penelitian.
Bulan Juni sampai september lalu tepatnya, dua bulan saya dan anggota kelompok merantau mengabdi ke masyarakat Kabupaten Kampar desa Lereng. Dari Pekanbaru memakan perjalan 2 jam. Lokasi desa lereng sudah cukup dekat dengan perbatasan Riau – Sumatera Barat. Penduduk lokal mayoritas berasal dari suku melayu dan  Minang. Bahasa sehari-hari adalah bahasa OCU, bahasa asli orang kampar. kayanya sih bahasa ocu itu campuran dari melayu dan minang, karena ada beberapa kata yang sangat jelas diadopsi dari kedua bahasa tadi. Tapi ada beberapa kata yang bener-bener absurd buat saya. Misalkan orang OCU itu menyebut Helikopter dengan sebutan Helikopotiw, terus kata pengecut mereka bilang pangocuik. Mungkin baca tulisannya gak terlalu lucu. tapi yakinlah, kalian harus dengar orang OCU yang bener-bener “medok” lagi ngomong bahasanya. walau hanya berjarak dua jam dari pekanbaru, bahasa dan kebudayaannya udah bedaa banget. Tapi tetep Unity in Diversity nya bisa dipertahankan. Rukun terus. 😀

Selama dua bulan kami melakukan berbagai kegiatan. dari mulai kegiatan keagamaan karena pada waktu itu bertepatan dengan momentum bulan ramadhan, gak cukup disitu kami buat kegiatan pendidikan, kesehatan, sosial, olahraga, dan penyuluhan-penyuluhan sejenis bahaya narkoba dan pelatihan dokter kecil buat pelajar. Lumayan banyak sih. hampir selama dua bulan kami menyatu dengan masyarakat pedesaan, mencoba bener-bener mengabdi. menghilangkan ego ke kota-kotaan.

Terlalu banyak momen yang seru buat diceritain satu persatu. Tapi yang pasti, apapun kesibukannya sempetin buat jalan-jalan. Selama disana saya selalu sempetin jalan-jalan kalau ada waktu senggang dan tidak ada program, dimulai dari ikutan wisata budaya Mandi Balimau di sungai kampar, ekspedisi air terjun, sampe berkunjung ke Harau, Payakumbuh, Sumatera barat pake motor bolak-balik hari itu juga cuman buat mandi di air terjun.
Ahh, pokonya KKN itu enak. Setelah selesai KKN kami anggota kelompok KKN masih sering komunikasi. Beberapa orang sudah sangat dekat. Komunikasi dengan beberapa warga setempat juga masih terjaga.

Emang bener kata senior dulu. Seumur hidup pengalaman KKN gak akan hilang dari memori. 🙂

This slideshow requires JavaScript.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s