Kebakaran besar menyambut kedatangan kami

Kebakaran belum terlalu besar

Saat itu hari ketiga saya dan teman-teman kelompok KUKERTA desa lereng kabupaten kampar berada di lokasi, tepatnya pada hari minggu (3/7) lalu. Kami satu posko dikejutkan dengan teriakan seorang teman yang berasal dari fakultas pertanian “Hei kawan, ada kebakaran itu, bangun! Cepat bangun!,” teriaknya dengan logat batak.

Waktu itu masih pukul 06.15 WIB. Kondisi kantuk dan kelelahan setelah pada dinihari sebelumnya kami nonton bareng final Euro membuat saya dan teman-teman lain cukup lama menerima pesan tadi sebagai hal yang darurat. Hingga akhirnya teman saya yang berasal dari Medan tadi mengguncangkan tubuh kami semua sambil terus berteriak. “Itu kebakarannya dekat posko kita, cepat bangun!” teriaknya lagi.

Akhirnya saya sadar sepenuhnya dan segera melihat keluar posko. Dan ternyata memang terlihat api sedang melumat sebuah rumah, dan rumah itu tepat berada di seberang posko kami hanya dipisahkan oleh sebuah warung kecil.

Tanpa komando dan mempedulikan penampilan kami yang sangat kacau pada saat itu kami semua laki-laki bertujuh berlari menuju lokasi kebakaran. Belum terlalu banyak warga yang menyadari adanya kebakaran pada saat kami berada di lokasi. Jujur baru kali ini saya melihat kebakaran rumah secara langsung seperti ini.

Seorang ibu tua yang biasa berjualan di depan posko kami berteriak histeris “Si Mansur di dalam, Copek Tolong dia,” dengan paniknya. Kami dan warga setempat yang berada disitu tidak bisa berbuat banyak karena api sudah membakar bagian depan rumah, pemadam kebakaran yang sudah dihubungi daritadi belum juga tiba.

Sambil bergotongroyong bersama warga mengupayakan pemadaman menggunakan air kolam rumah warga dan ember seadanya akhirnya pintu masuk yang terbakar lumayan terjinakan. Disamping api yang menjilat-jilat, arus listrik menyambar bergantian dari dalam rumah alhasil tidak ada yang mencoba menjadi sosok pahlawan pada saat itu. Termasuk saya yang malah sibuk mendokumentasikan momen kebakaran tadi.

Tanpa  tunggu lama warga sekitar meneriakan agar si Mansur segera keluar. Akhirnya sosok pemuda tinggi kurus berlari keluar rumah dengan membawa beberapa luka bakar yang melihatnya saja bikin saya mual. Dengan menggunakan becak motor korban langsung dilarikan ke rumah sakit terdekat.

Api sudah membakar seluruh bagian rumah, terlihat jilatan api keluar dari plafoon rumah dan membakar setiap sisi tembok rumah mengakibatkan sedikit demi sedikit tembok runtuh dan BLAAM!!. Atap rumahpun runtuh menyisakan tembok-tembok yang hanya tinggal menunggu waktu saja untuk ikut rubuh. Beruntung tidak lama kemudian dua mobil pemadam kebakaran datang dan dengan sigap memadamkan api di rumah itu.

Hanya memakan waktu setengah jam api pun padam, dan pemaddaam kebakaran meninggalkan lokasi. Kami yang masih dalam rangka KUKERTA berinisiatif untuk memungut dana santunan untuk korban, tentunya berkoordinasi dengan kepala desa. Sambil menyebar berkeliling, saya mendengar cerita dari beberapa warga tentang dugaan penyebab kebakaran tadi.

Ternyata pria yang terjebak tadi dipastikan mengalami gangguan jiwa. Anggapan rumah itu dibakar sengaja pun menjadi penyebab utama selain arus pendek listrik dan kecelakaan-kecelakaan lain. Panjang cerita penyebab pemuda tadi menjadi gila. Beberapa kali upaya bunuh diri juga sudah dilakukanya. Dari mulai gantung diri hingga memasukan diri kedalam sumur, hanya saja selalu berhasil digagalkan. Keluarga pemuda tadi kebetulan sedang berada di desa yang berbeda mengunjungi keluarganya yang lain.

Walaupun demikian  sumbangan santunan untuk korban tetap harus berjalan ditengah banyak kemungkinan. Alhamdulillah uang 3 juta terkumpul dari sumbangan warga desa dan kendaraan yang melintas sepanjang jalan lintas riau-sumbar. Penggalangan dana ini menjadi program KUKERTA pertama kami dalam bidang social. Dari kejadian tadi barulah terbuka semua arus komunikasi kami dengan seluruh warga, pemuda, dan perangkat desa. Memang selalu ada berkah dalam setiap kejadian.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s