Ketua, bukan berarti harus dituakan.

pernah kebayang gak sih sama kalian kalo ada laki-laki pendiem, minderan, dan bisa dibilang kaku bisa jadi ketua sebuah organisasi kampus? diliat dari sisi manapun kriteria seorang pemimpin kan minimal harus mempunyai kelebihan-kelebihan tertentu dan pastinya jauh dari sifat-sifat yang saya sebutin di atas tadi. dia bisa dibilang pendiem, saat berbicara cuman bersuara seperlunya aja, kalau gak dimulai gak akan terjadi percakapan yang menarik sama dia. terus kalau diajak melakukan sesuatu yang sedikit gila agak susah karena sifat kaku dia yang kadang orang bilang gak punya sifat humoris sama sekali.

Terlepas dari kekurangan diatas, laki-laki tadi terbukti berhasil terpilih jadi ketua Himpunan Mahasiswa di kampusnya. tidak terlalu luar biasa emang, dan tidak ada istimewanya menjadi seorang ketua himpunan mahasiswa. tapi untuk laki-laki tadi terpilih menjadi seorang ketua organisasi yang meskipun hanya setingkat himpunan mahasiswa jurusan sudah menjadi suatu kebanggan tersendiri. Ia, hebat loh jadi ketua HMJ kayagitu, jadi mahasiswa nomer satu dalam satu jurusan tadi -kayanya- , terlalu berlebihan rasanya, tapi setidaknya posisi sebagai ketua tadi menjadi penyambung lidah dan tangan semua mahasiswa untuk mendapat ruang bersuara dan mengaspirasikan semua keinginannya soal urusan kampus mau akademis atau non akademis.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s